Jerawat, peradangan pada pori yang tersumbat ini umumnya terjadi di wajah, punggung, atau dada. Tapi, kadang-kadang bintil ini juga bisa muncul di tempat tak lazim, seperti area kemaluan baik pria maupun wanita. Lantas, apakah jerawat di kemaluan ini berbahaya?

Sebagian besar kasus jerawat ini memang tak berbahaya. Tapi semua penderita tentunya ingin jerawat ini cepat lenyap karena membuat tak nyaman dan kadang cukup mengganggu aktivitas. Untuk itu, pahami ciri dan faktor pemicu jerawat pada area kemaluan supaya dapat menentukan metode yang tepat untuk menanganinya.

Ciri-Ciri Jerawat di Kemaluan

Ciri-ciri jerawat di kemaluan, penyebab & cara mengatasinya 4

Jerawat pada kemaluan ini bisa terjadi pada laki-laki dan juga perempuan. Karakteristik jenis jerawat ini umumnya sama dengan jerawat pada wajah.

Untuk lebih jelasnya, ini dia ciri-ciri dari jerawat yang seringkali muncul di kemaluan.

Bentuk

Jerawat di kemaluan lelaki atau perempuan ini berbentuk bintil berukuran kecil di atas permukaan kulit. Ukurannya tak lebih dari 2 mm. Adapun jenis jerawat yang paling sering muncul adalah pustula dan papula.[1]

Lokasi

Pada pria, jerawat ini biasa muncul di area yang menjadi batas batang dan kepala penis, testis, atau pangkal kemaluan.

Sedangkan pada wanita, jerawat ini timbul di bagian luar vagina. Biasanya, kemunculannya ada di vulva, labia, dan juga area pubis.

Warna

Untuk membedakan dengan bintil lainnya, ciri-ciri jerawat di Miss V maupun penis bisa dilihat dari warnanya. Serupa dengan jerawat wajah, benjolan di kemaluan ini warnanya pink hingga kemerahan. Pada bagian atasnya terkadang berwarna putih menandakan bahwa benjolan tersebut penuh dengan nanah. Kulit di area sekitar bintil juga nampak kemerahan.

Sensasi Rasa

Bintil kecil pada kemaluan ini pastinya terasa nyeri karena terjadi peradangan pada area tersebut. Rasa sakit ini akan bertambah saat bintil disentuh atau bergesekan dengan celana dalam.

Selain nyeri, penderita mungkin juga akan merasakan sensasi gatal. Meskipun begitu, hindari menggaruk atau memencet jerawat tersebut. Pasalnya, jerawat yang pecah bisa menimbulkan infeksi yang lebih parah.

Penyebab Jerawat di Kemaluan

Ciri-ciri jerawat di kemaluan, penyebab & cara mengatasinya 5

Faktor pemicu jerawat di kemaluan wanita atau pria sebenarnya sama saja. Umumnya, bintil ini muncul karena peradangan pada pori yang tersumbat sebum dan kotoran.

Selain itu, beberapa faktor di bawah ini juga meningkatkan risiko munculnya jerawat pada alat vital.

1. Folikulitis

Peradangan ini bisa terjadi seluruh bagian tubuh yang terdapat rambut, termasuk area kemaluan. Folikulitis adalah inflamasi pada folikel rambut yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini akan membentuk jerawat pustula atau papula.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya sebab bisa membaik sendiri.[2] Untuk mencegah terjadinya folikulitis, pastikan mencukur bulu kemaluan dengan alat cukur yang steril.

2. Dermatitis Kontak

Pemicu lain yang harus kamu waspadai adalah dermatitis kontak. Gangguan pada kulit ini terjadi karena kulit bereaksi terhadap zat tertentu sehingga terjadi inflamasi.

Hal ini bisa terjadi saat kulit sekitar area kemaluan alergi dengan kandungan tertentu dalam sabun mandi, deterjen untuk cuci pakaian dalam, pembalut, kondom, maupun pelumas seksual. Peradangan yang terjadi bisa berkembang menjadi jerawat.

3. Ingrown Hair

Dalam kondisi tertentu, rambut kemaluan tidak bisa tumbuh menembus kulit tapi malah berkembang di dalam kulit. Inilah yang disebut ingrown hair yang bisa memicu benjolan kemerahan dan berlapis sel kulit mati pada bagian atasnya.

Ingrown hair dapat terjadi saat folikel tersumbat oleh sel kulit mati sehingga rambut tidak dapat tumbuh keluar kulit. Selain itu, mencukur atau waxing rambut kemaluan juga bisa menjadi pemicunya.

4. Hidradenitis suppurativa

Peradangan kulit yang juga disebut acne inversa ini dapat terjadi saat folikel tersumbat dan membentuk benjolan mirip jerawat nodul. Ketika peradangan semakin bertambah parah, benjolan tersebut akan bernanah. Selain di kemaluan, peradangan ini juga seringkali terjadi di selakangan dan sekitar anus.[3]

Cara Mengatasi Jerawat Kemaluan

Ciri-ciri jerawat di kemaluan, penyebab & cara mengatasinya 6

Faktanya, jerawat kemaluan dapat sembuh sendiri meski tanpa perawatan khusus.[4] Kamu hanya perlu menjaga kebersihan area vital untuk mempercepat proses penyembuhan.

Untuk menangani jerawat ini, lakukan beberapa hal berikut.

1. Jaga Kebersihan

Sebagian besar jerawat di area kelamin penyebabnya adalah bakteri. Jadi, untuk mengatasinya, pastikan area tersebut selalu dalam keadaan bersih dan tidak lembap.

Ini dia beberapa cara merawat kemaluan yang berjerawat.

  • Hindari memencet jerawat.
  • Cebok dengan bersih. Bila perlu, gunakan air hangat.
  • Hentikan dulu pemakaian produk yang bersinggungan langsung dengan kemaluan seperti feminine wash, kondom, pelumas, dll.
  • Kalau sedang haid, pilihlah pembalut yang tidak ada kandungan pewangi.
  • Jangan mengenakan celana dalam yang terlalu ketat untuk menghindari gesekan dengan jerawat. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun sehingga keringat dapat terserap dan sirkulasi udara lancar.

Lantas, adakah cara alami menghilangkan jerawat di kemaluan? Untuk meringankan rasa nyeri, kamu bisa mengompres area kemaluan dengan air hangat. Suhu hangat akan memberikan rasa nyaman. Selain itu, pori bisa terbuka sehingga nanah dapat keluar.

2. Konsultasi dengan Dokter SpKK

Untuk menangani jerawat kemaluan, jangan gunakan obat jerawat untuk wajah yang bisa kamu peroleh di apotek. Pasalnya, kelamin merupakan area dengan kulit yang sensitif.

Obat jerawat pada umumnya mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide. Kedua bahan ini cukup keras dan malah bisa mengakibatkan iritasi pada kemaluan.

Lantas, adakah obat jerawat di kemaluan? Jika jerawat tersebut tak ada perubahan selama berhari-hari, segeralah kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan menentukan obat yang paling sesuai dengan kondisimu.

Kalau jerawat tersebut karena alergi atau dermatitis kontak, dokter mungkin akan meresepkan antihistamine. Tapi, kalau benjolan sudah bernanah, kemungkinan besar pemicunya adalah bakteri. Jadi, pengobatan yang dianjurkan adalah konsumsi obat antibiotik.

Setelah memahami pemicu beserta cara menangani jerawat di kemaluan, tak usah panik lagi kalau benjolan ini muncul di penis atau vagina. Cukup jaga kebersihan dan jerawat akan hilang sendiri. Tapi, kalau peradangan semakin parah, segera periksakan ke ahlinya untuk mendapat penanganan yang tepat.

Share.

Pencinta kecantikan yang bersemangat, menjelajahi dunia makeup dan perawatan kulit. Berdedikasi untuk berbagi tips, trik, dan tren terkini. Menyambut kecantikan sebagai bentuk ekspresi diri dan keyakinan.

Leave A Reply

Exit mobile version